Kategori Penyandang Disabilitas yang Perlu Dipahami

Kategori Penyandang Disabilitas yang Perlu Dipahami – Berbeda dengan orang normal lainnya, penyandang disabilitas adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kedudukan, peran, hak dan kewajiban dengan masyarakat lainnya di dalam kehidupan. Karena itulah, pemerintah sangat memperhatikan keberadaan orang-orang yang membutuhkan ini. Pemerintah akan memfasilitasi dan memperhatikan hak para penyandang disabilitas melalui organisasi-organisasi tertentu. Sebelum dikenalkan dengan istilah disabilitas, masyararat lebih mengenal istilah penyandang cacat. Kementerian Sosial dan Komnas HAM menilai bahwa istilah penyandang cacat memiliki arti negatif. Istilah tersebut juga tidak sesuai dengan prinsip HAM dan bertentangan dengan harkat dan martabat manusia. Alasan inilah yang membuat istilah penyandang cacat tidak digunakan kembali dan beralih dengan istilah penyandang disabilitas.

Abroadwithdisabilities – Masyarakat sering kali dibingungkan dengan istilah disabilitas dan cacat difabel. Masyarakat bahkan lebih mengenal dengan istilah penyandang cacat. Meskipun memiliki makna yang serupa, istilah-istilah tersebut tidak secara terbuka diterima oleh masyarakat berdasarkan dengan psikologis penyandangnya ketika mereka berbaur di tengah masyarakat. Label yang diterapkan kepadanya kelak akan melahirkan ketidaksetaraan dan diskriminasi. WHO atau oganisasi kesehatan dunia membagi tiga ketegori penyandang disabilitas. Untuk mengenal ketiga ketegori tersebut, simak ulasannya di bawah ini:

a. Impairment
Merupakan istilah yang diberikan kepada mereka yang tidak mampu secara fisik akibat kelainan pada bagian organ tubuhnya. Kelemahan tersebut membuat anggota tubuh tidak dapat berfungsi dengan seharusnya. Contoh dari impairment adalah kelumpuhan, kebutaan dan gangguan mental.

b. Disability
Merupakan ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktifitas akibat kondisi dari impairment. Kerusakan dapat terjadi pada seluruh atau sebagian tubuh penderita dan membuat penderita tidak berdaya melakukan kegiatan tertentu. Penyandang disability membutuhkan bantuan oang lain sehingga dalam melakukan aktifitasnya.

c. Handicap
Merupakan ketidakmampuan seseoang ketika menjalankan peran sosial dan ekonomi karena dampak dari masalah psikologis dan fisiologis. Penyandang disabilitas ini dipengaruhi oleh faktor luar dirinya sendiri.

Baca juga : Hak dan Jenis Penyandang Disabilitas

Kategori Penyandang Disabilitas yang Perlu Dipahami

Guna memberikan kesejahteraan dan kemandirian penyandang disabilitas, pemerintah berusaha dengan semaksimal mungkin meningkatkan kesejahteraan bagi penderita. Langkah yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memberikan kesamaan kesempatan, pemeliharaan kesejahteraan sosial, rehabilitasi dan bantuan sosial. Upaya pemerintah tersebut tentunya telah tercantum di dalam PP No 43 tahun 1998. Rehabilitasi dilakukan melalui fasilitas rehabilitasi tertentu yang keberadaannya disiapkan langsung oleh pemerintah dan masyarakat luas. Pusat rehabilitasi merupakan fasilitas rehabilitasi yang pelaksanaannya dilakukan secara terpadu. Penyelenggaraan rehabilitasi berupa pelatihan, sosial, pendidikan dan rehabilitasi medis. Untuk menjamin aksebilitas para penyandang disabilitas, ada beberapa asas yang menjaminnya. Berikut beberapa asas yang menjaminnya:

– Asas kemudahan, setiap pihak dapat mencapai bangunan atau tempat yang bersifat umum.
– Asas kegunaan, semua pihak dapat menggunakan bangunan atau semua tempat yang ada pada suatu lingkungan.
– Asas kemandirian, semua pihak dapat mencapai suatu tempat tanpa dukungan dari orang lain.
– Asas keselamatan, merupakan bangunan yang dibuat dengan mempertahankan keselamatan untuk semua orang.

Hak asasi manusia tidak hanya bertujuan bagi kepentingan masyarakat umum tetapi juga bagi para penyandang disabilitas. Mereka memiliki hak atas beberapa sarana yang dapat menunjang kemandirian, bantuan sosial, taraf kesejahteraan masyarakat dan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan. Penyandang disabilitas juga berhak untuk mendapatkan:

a. Penghidupan dan pekerjaan yang layak. Pekerjaan yang mereka dapatkan disesuaikan dengan pendidikan, kemampuan dan derajat kecacatan yang dimiliki.
b. Perlakuan yang sama dalam pembangunan.
c. Hak untuk mengembangkan bakat, kehidupan sosial dan kemampuan yang dimilikinya.

Related posts